Meraup Berkah dari Kemuliaan Al-Qur’an

smaitadzkia.com | Hari Jumat, hari penuh berkah. Pada kesempatan ini, Jumat, 13 November 2020 SIT Adzkia menggelar acara yang menggetarkan bertajuk “Adzkia Quranic Motivation”. Acara ini diperuntukkan bagi seluruh keluarga besar SIT Adzkia, yang terdiri dari para pimpinan dan guru-guru SDIT Adzkia 1, SDIT Adzkia 2, SDIT Adzkia 3, SDIT Adzkia 4, SMPIT Adzkia, SMPIT At-Tawwazun, dan SMAIT Adzkia.

Sesuai namanya, acara ini diharapkan dapat memotivasi segenap keluarga besar SIT Adzkia untuk senantiasa semangat dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. Sebagaimana diketahui, Al-Qur’an adalah gen Adzkia. Maka Al-Qur’an harus benar-benar menjiwai dalam setiap gerak langkah para guru Adzkia.

Acara ini bertempat di SDIT Adzkia 3. Namun mengingat masa pandemi yang tidak memungkinkan seluruh unit hadir, maka acara tersebut kemudian disiarkan secara langsung ke unit-unit sekolah lain melalui Zoom Meeting. Masing-masing unit menyiarkan di layar besar sehingga dapat disaksikan oleh seluruh peserta yang hadir.

Di SMAIT Adzkia, acara ini bertempat di Laboratorium Komputer. Dengan dikendalikan oleh operator andal yang merupakan pakar IT, Mr. Khans, siaran langsung tersebut berjalan dengan lancar. Didukung oleh suasana nyaman dengan hawa sejuk dari AC di dalam ruangan, para guru menyimak dengan baik.

Acara dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Manager Pendidikan SIT Adzkia, Usth. Heti Mianawati, S.Pd. Dalam sambutannya beliau menyebutkan bahwa acara ini semacam hidangan dari Allah. Maka para peserta dipersilakan untuk menikmati hidangan tersebut. Karena betapa sayang bila rezeki dari Allah berupa hidangan yang bergizi untuk ruhiyah, dilewatkan begitu saja. Seperti halnya reaksi orang ketika melihat makanan, ada yang acuh tak acuh dengan hanya melirik sekilas, ada yang bahkan tidak melirik sedikit pun, namun ada juga yang antusias menikmatinya. Maka mau menjadi golongan mana, itu tergantung para peserta mau menangkap hidayah dengan cara bagaimana. Karena kesempatan untuk mempelajari ilmu Al-Qur’an, tidak akan datang jika bukan tersebab hidayah Allah.

Lebih jauh Usth Heti mengatakan bahwa keluarga besar SIT Adzkia sangat beruntung memiliki pucuk pimpinan atau owner yang sangat memerhatikan kondisi ruhiyah para guru. Semua didorong untuk berdekat-dekat dengan Al-Qur’an agar beroleh berkah dari kemuliaannya.

Ust. Beni (Kiri), Ust. Abdul Latif (kanan)

Setelah sambutan berakhir, acara langsung ke intinya, yaitu mendengarkan pemaparan narasumber. Sungguh seorang narasumber yang memiliki kapabilitas sangat baik dalam Al-Qur’an. Beliau adalah Ustadz Abdul Latif Rosmullah, Lc.

Di awal pemaparan, ustadz Abdul Latif menceritakan masa lalunya. Saat jenjang SMP, beliau mondok dan Alhamdulillah berhasil mengantongi hafalan 8 juz. Sayangnya, menjejak SMA, yang dilaluinya di SMA Negeri, beliau agak terpengaruh oleh lingkungan. Menurut beliau, sesoleh apa pun seseorang, bila hanya seorang diri, sangat mungkin untuk sulit bertahan di tengah lingkungan yang kurang kondusif. Alhasil, hafalan 8 juz nya itu menguap.

Selepas SMA, Alhamdulillah hidayah kembali datang dan beliau segera menangkapnya. Beliau melanjutkan pendidikan di Ar-Royyah, dan mengulang kembali hafalannya. Perjuangan yang berat, karena selama dua tahun tidak boleh pulang karena harus bersungguh-sungguh mendalami Al-Qur’an.

Di Ar-Royyah, beliau mendapat guru seorang syekh dari Sudan. Syekh tersebut kemudian menawarinya untuk melanjutkan pendidikan di Sudan. Ustadz Abdul Latif menerimanya dan memulai perjuangan yang lebih berat lagi.

Dari perjalanan panjang perjuangannya, beliau tak henti mengucap syukur, karena Allah sungguh melimpahkan berkah sehingga begitu banyak kemudahan diterimanya. Nyata benar, kemuliaan Al-Qur’an memang pasti mendatangkan keberkahan.

Beliau sangat yakin bahwa tidak ada sesuatu pun yang berhubungan dengan Al-Qur’an, kecuali akan mendapatkan keberkahan. Seperti contohnya yaitu malaikat Jibril dan Rasulullah Muhammad SAW. Malaikat Jibril yang awalnya malaikat biasa sebagaimana malaikat-malaikat lainnya, namun berkat tugasnya sebagai perantara pembawa wahyu Allah, maka derajatnya terangkat. Begitu pun Rasulullah yang sejatinya adalah manusia biasa, namun karena beliau adalah penyampai Al-Qur’an kepada umatnya, maka beliau kemudian menjadi manusia paling mulia.

Ustadz Abdul Latif mengajak kita semua agar setiap hari hendaknya bersujud syukur kepada Allah, karena masih mendapat hidayah menyukai dan mencintai Al-Qur’an. Betapa banyak di sekitar kita, orang-orang yang abai pada Al-Qur’an. Maka patutlah kita bersyukur telah terpilih sebagai hambaNya yang berkesempatan untuk tetap berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Selanjutnya Ustadz Abdul Latif menjelaskan tentang sanad, riwayat, dan thoriqoh dalam ilmu Al-Qur’an. Beliau sendiri telah mendapatkan sanad qiroah Al-Qur’an, yang merupakan orang ke-31 setelah Rasulullah. Masya Allah. Bayangkan, setelah Rasullah, beliau hanya terhalang 30 orang saja yang mendapatkan sanad. Sedangkan dari 20 riwayat Al-Qur’an, beliau sudah menguasai 14 riwayat. Insya Allah yang 6 lagi akan segera dituntaskannya juga, karena sekarang masih dalam proses.

Banyak sekali ilmu dan pengalaman yang Ustadz Abdul Latif bagikan kepada seluruh peserta yang hadir. Menurut beliau, Allah tidak melebihi cintanya kepada Ahlul Quran. Maka beliau menyemangati semua yang hadir agar terus istiqomah belajar Al-Qur’an. Karena ilmu Al-Qur’an itu amat luas, jadi jangan pernah merasa cukup dengan ilmu Al-Qur’an yang sekarang dimiliki.

Semoga dengan mengikuti acara ini, para guru semua, lebih terpacu motivasinya, lebih menyala semangatnya, untuk terus mengembangkan diri dalam mempelajari Al-Qur’an, terus menambah dan menjaga hafalan Al-Qur’an, dan juga mengajarkan Al-Qur’an. Semoga kita semua bisa menjadi keluarganya Allah. Aamiin yaa Rabb al’aalamiin.

by : Linda Satibi

 

 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url