SMAIT Adzkia selenggarakan “A Moment with Quran”

Oleh : Linda Nurhayati, S.S.
smaitadzkia.com | Acara “A Moment with Quran” merupakan rangkaian acara dalam pembelajaran Quran di SIT Adzkia. Diawali dengan  ujian sertifikasi hafalan bagi siswa yang siap. Ujian sertifikasi ini memberlakukan penilaian ketat sehingga peserta yang lulus adalah benar-benar siswa yang menguasai hafalannya dengan baik. Setelah para penguji atau asesor melakukan rekap penilaian, akhirnya diumumkanlah siswa-siswa yang berhasil lulus. Dari 149 peserta ujian sertifikasi, tersaring yang lulus berjumlah 27 siswa. Para peserta yang lulus ini kemudian mendapat surat kelulusan pada acara “A Moment with Quran”. Selanjutnya nanti akan diwisuda pada acara “Wisuda Akbar” se-SIT Adzkia pada hari Sabtu, 26 Oktober 2019.
Acara “A Moment with Quran” di SMAIT diselenggarakan pada hari Senin, 21 Oktober 2019. Para orangtua dari calon wisudawan dan wisudawati diundang pada acara ini. Semua mengenakan pakaian bernuansa putih sehingga membuat suasana lebih khidmat.
Pukul 08.20 acara dimulai. Seluruh siswa dipanggil satu per satu untuk menerima surat tanda kelulusan. Dilanjutkan pemutaran video pembelajaran Quran di SMAIT Adzkia. Orangtua dan hadirin diajak untuk menyaksikan siklus perjalanan interaksi siswa dengan Alquran. Gerakan menghafal AlQuran menjadi bagian penting dari pembelajaran di Sekolah Islam Terpadu Adzkia. Siswa-siswi didorong dan dimotivasi untuk menjadi insan-insan pilihan Allah yang mampu menjaga dan menghafal AlQuran. Huruf demi huruf, ayat demi ayat, halaman demi halaman, hingga genap hitungan juz dikhatamkan setelah melalui proses yang tidak mudah.
Setelah itu, dalam sambutannya, Kepala SMAIT Adzkia, Rahmat Taufik, S.Pi., menyampaikan bahwa yang penting bukan menjadi seorang yang hafal Quran, namun harus menjadi penghafal Quran. Karena sebagai seorang penghafal, ada proses yang terus menerus. Sehingga tidak berhenti ketika sudah hafal, namun istiqomah menjaga hafalannya dengan senantiasa memurojaah setiap hari.
Ust. Rahmat Taufik, S.Pi.
Kepala SMA IT Adzkia

Selanjutnya, ditampilkan Syarhil Quran, berupa pemaknaan surat Luqman ayat 16-19. Tilawahnya dilantunkan oleh Muadz Abdurrahman Harist, terjemahnya oleh Qurrota A’yun, dan uraian maknanya oleh A. Nisa Muthmainnah.
Kiri (Muadz), Tengah (A.Nisa), Kanan (Qurrota)

Kemampuan hafalan siswa kemudian ditampilkan dalam parade tashmi. Terdiri dari 4 kelompok, yaitu kelompok juz 30, kelompok juz 28 dan 29, kelompok juz 27, dan kelompok juz 2. Semua menampilkan hafalannya dengan fasih dan tartil. Kemampuan tersebut merupakan buah dari perjalanan panjang yang di dalamnya bergulat antara kejemuan dan kesungguhan, keengganan dan ketelatenan, kebosanan dan kesabaran.
Ungkapan syukur, harapan, dan cita-cita mulia para calon wisudawan dan wisudawati Quran ini juga disampaikan melalui lagu “Aku Ingin Jadi Hafidz Quran”. Lirik lagu ini sangat pas dengan suasana pada saat itu. Mereka mengungkapkan cinta kepada orangtuanya, keinginan dan cita-citanya untuk mempersembahkan jubah kehormatan dan mahkota kemuliaan kepada ayahbundanya di surga nanti.
Acara berikutnya penuh haru dan sangat menyentuh. Ketika para siswa mempersembahkan hadiah terindah kepada orangtuanya, berupa salah satu surat hafalannya. Masing-masing berhadapan dalam suasana yang khidmat. Terdengar isak haru dan tangis bahagia. Betapa para ayahbunda itu sangat berbahagia memiliki putra-putri ahlul Quran. Mereka telah dijadikan keluarga oleh Allah Swt di bumi.
Acara ditutup dengan mau’idzoh hasanah atau pemaknaan kebaikan, yang disampaikan oleh Ustadz Hendra Komara. Beliau menyampaikan betapa mulianya para penghafal Quran. Mereka adalah insan-insan pilihan. Karena Al-Quran senantiasa berada dalam hati dan jiwanya. Hal ini selaras dengan apa yang digariskan oleh SIT Adzkia, bahwa Al-Qur’an merupakan gen bagi seluruh guru dan siswa SIT Adzkia. Maka program Al-Qur’an menjadi program unggulan demi membina generasi pemimpin bangsa berbingkai Al-Qur’an Mulia. Harapan yang dituju adalah agar Al-Quran menjadi napas yang senantiasa mengalun dalam setiap gerak kehidupan.

                Selamat… kepada para calon wisudawan dan wisudawati SMAIT Adzkia : Mahesa Renaldy, Faiz Al-Qarny, Dheyra Septiani Putri, Nasywa Maulidina Syukur, Athifa Ritza Shafira, Alfia Usmi Lathifah, Maulida Nabila, Indah Handayani, Muhammad Ihsan Hilmawan, Surya Gumelar, Rizka Mu’zizatin Sabarni, Sayyidah Nafisah, Nasywa Raihani Azizah, Fachry Alfi Muhammad, Zehania Nurfitriani, Nisa Nurfauziah, Zainab Durrotu Syahidah, Elis Shintia Nuryansyah, Nadiyah Husniyah, Muadz Abdurrahman Harist, A.Nisa Muthmainnah, Najah Nurul Hidayah, Jasmine Shafa Dzakira, Qurrota A’yun, Muhammad Luthvy Hasan, Ihsan Izdihara Harum.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url